Kisah Cinta Reni dan Gusnan 3 – Cerita Cinta Series 2

 

Cerita Cinta Series 2 >> Part 1
Cerita Cinta Series 2 >> Part 2

Baca juga : Kumpulan Kata Kata Bijak Motivasi Untuk Harimu!

“ Nah, itu adalah jawaban yang sangat aku nantikan mas. Aku sekarang tau jika kamu memang cowok baik yang memiliki pikiran dewasa. Aku tetap mengagumimu namun tentu saja dengan cara yang baik. Waktu kita masih panjang. Jika kita pacaran dan ternyata bukan jodoh nantinya malah jadi musuhan, tapi kalo kita ternyata jodoh yang kita sudah sama-sama banyak belajar dan melakukan persiapan.”

Setelah melakukan percakapan yang cukup panjang, aku dan mas Gusnan kembali ke warung untuk segera membayar. Mila disana masih menunggu sambil mencolek-colek piring kosong dan sesekali memeriksa handphonenya. Setelah selesai membayar kita pulang ke rumah masing-masing.

Setelah sampai di rumah aku merasa sangat terheran-heran dan tidak habis piker dengan apa yang telah aku katakan kepadanya. Apakah keputusanku adalah keputusan yang benar ataukah salah namun aku tetap berusaha untuk berfikir positif. Tidak ada hal yang buruk yang akan menghampiriku jika yang aku tanam adalah kebaikan. Kira-kira seperti itu yang selalu ada dalam prinsip hidupku.

Setelah melalui masa sekolah yang panjang, kamu akhirnya lulus madrasah. Nilai ujianku dan nilai ujian Gusnan sama-sama tinggi dan bahkan aku berada di bawah dia. Dalam rangking pararel, aku berada di urutan ke 10 sedangkan Gusnan berada di urutan ke 5 sekelas ipa di madrasah. Betapa bangganya aku dengan dia. Selanjutnya kami akan melanjutkan sekolah di universitas incaran di jogja. Aku dan Gusnan masuk di kampus yang sama dengan jurusan yang berbeda. Dia masuk ke fakultas hukum, sedangkan aku masuk ke fakultas ilmu budaya.

Semasa kuliah komunikasi kami masih tetap baik. Teman-temanku juga berhasil masuk ke kampus negeri yang ada di jogja dan sebagian di jakarta. Aku merasa bahagia jika teman-temanku diterima di jurusan masing-masing. Mas Gusnan terkadang datang ke fakultasku hanya untuk mengantarkan buku bacaan baru atau berkonsultasi dan berdiskusi. Tanpa sengaja ternyata kita disatukan dalam satu organisasi kampus yang sama sehingga intensitas ketemu semakin sering meskipun kita tetap kuat dalam menjaga prinsip.

Suatu ketika mas Gusnan sudah hampir lulus menyusun skripsi, aku juga sudah mulai menyelesaikannya. Gusnan datang menghampiriku setelah melakukan rapat rutin organisasi.

“ Ren, gimana skripsimu? Sudah selesai?”

“ Alhamdulillah sedikit lagi sih mas?” Meskipun dia hanya selisih beberapa bulan namun aku tetap sangat menghargainya dengan tidak memanggil namanya.

“ Ya syukur kalo gitu, rencana mau wisuda kapan?”

“ Mungkin agustus mas, tergantung selesai revisiannya sih. Kalo kamu ?”

“ Aku juga rencananya agustus, semoga bisa bareng ya!”

“ Bisa insyaallah, yang penting tetap semangat ngerjain skripsinya biar cepet kerja terus cepet……?”

“ Cepet apa hayooo? Cepet itu kan?” Dia menatapku sambil tersenyum.

Seolah memberi kode aku pun menjawabnya “ cepat menemukan jalan penyempurna agama mas” . Aku tertunduk sambil tersenyum.

“ Yaudah ren, aku balik ke fakultas dulu ya, ada hal yang harus aku lakukan nih sebelum ketemu dosen pembimbing?

“ Ok deh, assalamualaikum!”

“ Waalaikum salam” dia menjawab lalu pergi.

Setelah kita menjalani proses skripsi, akhirnya aku dan Gusnan berhasil menyelesaikan semuanya dan tinggal menjalani wisuda. Di hari wisuda akan mendapatkan kejutan jika mas Gusnan ternyata melamarku bersama dengan kedua orang tuanya. Betapa bahagianya rasa hatiku. Perasaan yang tersimpan begitu lama akhirnya menemukan jawabannya juga.

“ Ren, aku ingin melamarmu di rumah setelah pulang dari wisuda ini” . Dia menatapku sangat serius.

“ Iya mas, nanti aku bilang ke orang tuaku, kami akan menunggumu di rumah.”

Setelah itu keluarga Gusnan datang serombongan dengan membawa banyak bawaan yang akan digunakan untuk melamarku. Betapa hari itu penuh dengan kejutan. Meskipun kita baru saja lulus namun keberaniannya melamarku sangat dihargai oleh kedua orang tua. Apalagi mas Gusnan juga sudah mulai bekerja setelah wisuda karena sebelum hari h dia telah melamar pekerjaan di sebuah instansi. Aku tidak menyangka dia sangat serius memperjuangkan perasaannya untuk ku.

Hingga saat ini aku masih berpegang dengan prinsipku bahwa cinta adalah anugerah yang perlu untuk kita kendalikan. Tumpahkan cintamu pada orang yang juga menumpahkan cintanya di tempat yang tepat. Tuhan akan memberikan jalan dan rencana yang indah bagi manusia yang mengikuti anjuran dan perintahnya. Bukti cinta yang sungguh hanyalah pernikahan. Aku sangat mencintai mas Gusnan, begitu juga mas Gusnan mencintaiku. Setelah melakukan proses lamaran, aku menikah dengan dia dan semuanya seperti mimpi. Perasaan yang sudah tertancap lama kini bisa aku lepaskan dan berikan kepada orang yang tepat. Rencana Tuhan selalu indah sehingga tidak pantas bagiku untuk tidak bersabar.

Baca juga : The Best Quotes Of The Day!

Cerita Cinta Series 2 >> Tamat

Leave a Comment