Kisah Cinta Reni dan Gusnan 2 – Cerita Cinta Series 2

 

Cerita Cinta Series 2 >> Part 1

Baca juga : Kumpulan Kata Kata Bijak Motivasi Untuk Harimu!

Terkadang aku juga sering ngobrol dengan teman cowok karena mereka cukup asyik ketika diajak bercanda namun memang pertemanan yang kita lakukan adalah pertemanan yang sehat sehingga tidak akan menyebabkan kita salah dalam memilih pergaulan. Pada usia seperti ku tentu saja akan ada banyak godaan yang membuatku terkadang ingin pacaran. Kakak kelas yang bernama Gus itu memang tampan dan juga cerdas. Suatu saat dia menembakku dan mengajak pacaran. “ ren,.. Reni.. Tunggu bentar, aku mau ngomong sebentar sama kamu!” Gusnan menghentikanku saat aku sedang akan mengeluarkan motor dari parkiran.

“ Eh, mas Gus, kenapa mas.. Ada yang bisa dibantu?” Aku sedikit malu karena sebenarnya aku menyukainya juga.

“ Ren, mau pulang bareng ga, nanti mampir makan bentar deh, kita ngobrol?”

“ Bareng mas? Lah aku kan bawa motor sendiri, motorku gimana dong?”

“ Ya kamu bawa motor sendiri tapi kita bareng gitu, nanti kita mampir di warung bu sri itu yak makan geprek, aku yang traktir deh” . Dia sedikit meyakinkanku.

“ Iya mas, boleh tapi aku ajak mila oleh? Soalnya ga enak kalo cuma berdua aja” .

“ Yaudah gapapa kita bertiga biar kamu ga kesepian juga”. Sahutnya dengan penuh perhatian.

Setelah itu kita menuju ke warung makan bu sri yang memang tidak terlalu jauh dengan sekolah. Sesampainya disana mas Gusnan memilihkan meja dan juga memesankan makanan untuk kita bertiga. Saat duduk bersama, aku dan mila masih membicarakan mengenai apa yang kira-kira akan disampaikan oleh mas Gusnan kepadaku. Biasanya kita hanya berbicara seadanya namun kenapa ini terkesan sangat serius. Ternyata saat itu aku tidak kuasa menahan perasaan grogi dan gemetar. Tubuhku terasa sedikit kaku, dingin dan juga lemas. Seperti ada gejala mau pingsan tapi tidak terasa sakit.

Saat selesai makan dan mau bayar tiba-tiba Gusnan kehilangan dompet. “ duh, bentar ren, mil, dompetku kok ga ada ya, sebentar aku cari di luar tapi sama reni bentar ya biar cepet ketemu” .

“ Lah aku ngapain disini mas?” Kata mila kebingungan.

“ Ya kamu harus disini biar ga dikira kabur kita, kalo harus keluar bertiga yang pasti dicegat, dikiranya kita ga mau bayar lagi. Dah kamu santai disini, ga lama kok” .

Saat aku dan mas Gusnan keluar menuju parkiran motor ternyata dia tidak mencari dompet tapi dia memberikan aku surat dan menyuruhku membacanya. Ternyata dalam surat itu dia menyatakan perasaannya dan menanyaiku mengenai tanggapannya. Entah kenapa perasaanku menjadi gemeteran dan tak karuan.

“ Maaf ya ren, aku pura-pura kehilangan dompet biar aku bisa bicara berdua sama kamu?” Sekarang terserah kamu mau nanggepin aku kaya gimana”. Gusnan mengatakan dengan nada yang lembut dan penuh harap.

“ Mas, serius nembak aku?”

“ Iya ren, aku serius, aku udah suka sama kamu sejak kelas 1 tapi ya aku mana berani nembak kamu. Tapi sekarang aku coba beranikan diri mengutarakannya meskipun aku tidak tau bagaimana jawabanmu secara kamu anak yang sangat baik. Terkadang aku merasa malu dan minder untuk mengungkapkan perasaan semacam ini apalagi dengan perempuan yang sangat aku kagumi. Aku hanya ingin tau saja bagaimana perasaanmu ren?”

“ Jika mas ingin tau perasaanku, maka aku akan menjawabnya aku juga suka sama kamu mas. Tapi ya aku tau perasaan ini tidak bisa diberikan sembarangan karena ada waktu yang akan lebih tepat ku berikan agar tidak ada hal buruk dikemudian hari. Meskipun kita sama-sama saling suka tapi apa yang bisa kita lakukan jika kita pacaran. Tentu saja hanya kegiatan yang sia-sia dan akan membuat kita lebih banyak menumpuk dosan bukan?”

“ Iya ren, aku tau juga soal itu. Lalu kira-kira apa yang bisa kita lakukan supaya perasaan ini tidak menyiksaku. Mencintai seseorang terkadang membuatku susah tidur. Ketika aku melihatmu, sepertinya aku ingin berdekatan saja, tapi aku tak bisa melakukannya.” Gusnan berkaca-kaca.

“ Sebenarnya perasaan itu sederhana mas, asalkan bisa meletakkan dan mengontrolnya. Kita terlalu banyak berangan-angan sehingga ada kesempatan bagi setan untuk mengisi pikiran dengan khayalan semu. Tugas kita adalah melawan dan juga melakukan hal positif yang membuat kita lupa dengan apa yang sebenarnya dirasakan. Aku juga sama mas, terkadang aku ingin sekali pacaran tapi aku lebih mengutamakan tugasku sebagai remaja, aku ingin membahagiakan orang tua dan tak ingin membuat mereka kecewa.”

“ Jadi, intinya kamu juga menyukaiku kan ren?”

“ Iya mas.”

“ Kalau begitu kita jalani saja pertemanan seperti biasanya, yang terpenting aku tau kamu menyukaiku. Sekarang aku juga semakin semangat untuk belajar karena kamu memiliki motifasi yang kuat dalam mengejar cita-cita dan menerapkan agama. Aku juga tidak ingin pacaran yang nantinya justru aku hanya bisa menjerumuskanmu. Mana mungkin aku rela melihat orang yang aku sayangi rusak karena egoku yang hanya ingin memiliki tanpa ikatan yang suci.”

Baca juga : The Best Quotes Of The Day!

Cerita Cinta Series 2 >> Part 3

Leave a Comment